<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Blog Pribadi Cornish</title>
	<atom:link href="http://popcornish.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://popcornish.wordpress.com</link>
	<description>SHARE EVERYTHING TOGETHER AND FOREVER...</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Mar 2011 10:16:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='popcornish.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Blog Pribadi Cornish</title>
		<link>http://popcornish.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://popcornish.wordpress.com/osd.xml" title="Blog Pribadi Cornish" />
	<atom:link rel='hub' href='http://popcornish.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Recording Teknik</title>
		<link>http://popcornish.wordpress.com/2011/03/10/recording-teknik/</link>
		<comments>http://popcornish.wordpress.com/2011/03/10/recording-teknik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Mar 2011 05:23:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>popcornish</dc:creator>
				<category><![CDATA[music]]></category>
		<category><![CDATA[guitar]]></category>
		<category><![CDATA[bass]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[recording]]></category>
		<category><![CDATA[record]]></category>
		<category><![CDATA[rekaman]]></category>
		<category><![CDATA[teknik]]></category>
		<category><![CDATA[cara]]></category>
		<category><![CDATA[piano]]></category>
		<category><![CDATA[efek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://popcornish.wordpress.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[RECORDING ITU APA SIH ? Recording itu MEREKAM. Merekam audio. - Apapun audio yang anda rekam ya itulah yang masuk/terekam. - Audio yang kotor (banyak noise), ya itulah yang anda rekam. - Audio yang bersih dan tebal, ya itu jugalah yang anda rekam dan dapat di playback lagi hasilnya. JENIS TEKNIK RECORDING Secara garis besar, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=popcornish.wordpress.com&amp;blog=6187012&amp;post=192&amp;subd=popcornish&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>RECORDING</em> ITU APA SIH ?<br />
</strong><em>Recording</em> itu MEREKAM. Merekam audio.</p>
<p>- Apapun audio yang anda rekam ya itulah yang masuk/terekam.<br />
- Audio yang kotor (banyak <em>noise</em>), ya itulah yang anda rekam.</p>
<p>- Audio yang bersih dan tebal, ya itu jugalah yang anda rekam dan dapat di <em>playback</em> lagi hasilnya.</p>
<p><strong>JENIS TEKNIK <em>RECORDING</em></strong></p>
<p>Secara garis besar, <em>recording</em> bisa dibagi menjadi beberapa kategori. Menurut teknik perekaman dan menurut alat yang digunakan. Menurut alat yang dipakai, rekaman bisa dibagi menjadi dua. <em>Analog</em> dan <em>Digital</em>. Sedang menurut teknik perekaman, bisa dibagi menjadi <em>teknik Live Recording</em> dan <em>Multi track Recording</em>.</p>
<p>1.      <strong><em>Live recording</em></strong><br />
<em>Live recording</em> adalah suatu teknik rekaman dimana seluruh <em>player</em> bermain bersama dalam suatu ruangan dan secara bersamaan pula permainan mereka direkam ke media tertentu. Dari segi biaya, teknik ini lebih murah dari <em>multi track</em>. Beberapa studio besar menetapkan tarif yang sedikit miring untuk <em>live recording</em>. Kelebihan dari <em>live recording</em> kalo menurut saya adalah kita bisa bener-bener mendapatkan <em>feel</em> dan energi dari lagu yang kita rekam. Sedangkan kelemahannya, permainan kita harus bener-bener <em>perfect</em>. Semua personel dituntut untuk menguasai materi dengan benar. Soalnya dalam teknik ini, apabila salah satu personel melakukan kesalahan, proses rekaman harus diulang dari awal. Oleh karena itu para praktisi rekaman tidak merekomendasikan teknik ini untuk para pemula.<br />
(+) lebih murah<br />
(-)  permainan harus <em>perfect</em>, apabila salah harus di ulang</p>
<p>2.      <strong><em>Multi track recording</em></strong><br />
<em>Multi track recording</em> adalah teknik perekaman dimana masing-masing <em>instrument</em> direkam secara bergantian. Teknik ini pertama dikenalkan oleh <strong>Les Paul</strong>, kalo gak salah sekitar tahun 60-an. Dalam teknik ini, <em>player</em> bisa sedikit santai karena bisa mengulang <em>part</em>-nya berkali-kali. Bahkan dengan keajaiban <em>Digital multi track</em> <em>recording</em>, apabila kita melakukan kesalahan, kita gak perlu mengulang seluruh bagian. Cukup bagian yang salah aja. Beberapa studio kecil mulai memperkenalan <em>multi track</em> ini buat band-band pemula yang mau ngrekam demonya. Tentunya dengan harga yang SUPER miring!</p>
<p>Setelah proses rekaman <em>multi track</em>, kita akan memasuki satu proses yang disebut <em>mixing</em>. Pada proses ini, seluruh bagian yang sudah kita rekam akan digabung menjadi satu keseluruhan. <em>Mixing</em> merupakan bagian yang penting dalam proses rekaman karena ia menentukan hasil akhir rekaman kita. <em>Mixing</em> melibatkan beberapa proses didalamnya. Proses tersebut antara lain: <em>Equalizing</em>; proses pewarnaan <em>sound</em>, <em>Panning</em>; pengaturan <em>stereo</em>, dan <em>reverberation</em>; penambahan efek suara <em>reverb</em> terhadap hasil rekaman.</p>
<p><strong><em> </em></strong>(+) tidak perlu diulang dari awal</p>
<p>3.      <strong><em>Analog</em></strong><br />
Rekaman dengan cara analog dilakukan dengan menggunakan <em>reel to reel tape</em>. Sistem rekaman ini memerlukan biaya yang besar karena alatnya sendiri juga gak murah. <em>Reel to reel tape</em> ini harganya ada yang mencapai 200 jutaan. Otomatis, hanya studio besar saja yang punya sistem ini. Selain harganya yang selangit, system <em>analog</em> ini juga terkenal rumit dan butuh perawatan yang mahal pula. Terlepas dari system yang ribet dan harga yang selangit, cara <em>analog</em> bisa menghasilkan <em>sound</em> lebih tebal dan hangat.<br />
(+) sound tebal &amp; bagus<br />
(-)  mahal dan ribet</p>
<p>4.      <strong><em>Digital</em></strong><br />
Rekaman Digital adalah sistem rekaman yang secara langsung dapat mengkonversi sinyal <em>analog</em> dari instrument dan vocal ke dalam format <em>digital</em>. Media perekaman <em>digital</em> ini dapat menggunakan <em>digital recorder</em> maupun <em>computer</em>. Teknik ini jauh lebih murah dan simpel bila dibandingkan dengan sistem <em>analog</em>. Cukup sebuah <em>computer</em> dengan <em>soundcard</em> yang memadai dan anda bisa langsung tancap gas. Pada awal teknik ini muncul, praktisi rekaman mengeluhkan tentang kualitas sound rekamannya yang tipis. Tapi sekarang hal itu sudah bisa teratasi dengan munculnya berbagai produk <em>preamp</em> (penguat sinyal) yang bagus di pasaran. Dewasa ini, hampir seluruh studio rekaman baik besar maupun kecil lebih memilih <em>digital recording</em>. Karena harganya yang tidak terlalu mahal, <em>digital recording</em> ini akhirnya mendorong orang- orang untuk membuka studio rekaman. Hanya dengan 25 juta kita sudah bisa punya sistem ini.<br />
(+) lebih murah dari <em>analog</em>, hampir semua studio memakainya<br />
(-)  butuh <em>soundcard</em> yang di atas rata-rata.</p>
<p><strong><em>Standard</em> <em>routing signal</em> dari <em>INSTRUMENT/MIC</em> ke <em>SOUNDCARD</em></strong></p>
<p>1.      Jika menggunakan <strong><em>keyboard/sayanthesizer</em></strong>, maka langsung colok <em>output <strong>keyboard</strong></em> tersebut ke <em>soundcard</em>. Ke <em>input</em> yang bertuliskan <em>LINE IN</em>. Jangan colok ke <em>input</em> bertuliskan <em>MIC</em>.</p>
<p>2.      Jika menggunakan <strong><em>guitar</em></strong> dan <strong><em>bass</em></strong>, colok <em>output</em> dari <em>instrument</em> tadi ke <em>soundcard</em> ke <em>input</em> yang bertuliskan <em>INSTRUMENT IN</em>. Atau DI (<em>Direct Injection</em>) Atau Hi-Z <em>input.</em></p>
<p>3.      Jika menggunakan <strong><em>Microphone</em></strong>, colok <em>out</em> dari <strong><em>mic</em></strong> ke <em>MIC IN</em>.</p>
<p>Bagaimana kalau colok <em>out <strong>keyboard</strong></em> ke <em>MIC IN</em>?<br />
<em>Overload</em> (pecah) dan <em>noise</em> bung !!! Kecuali memang anda suka suaranya seperti itu.</p>
<p>Colok dari <em>output</em> <strong><em>Microphone</em></strong> ke <em>LINE IN</em> ?<br />
Bunyinya akan sangat kecil. Bahkan bisa tidak ada suara sama sekali. Kalaupun dikeraskan <em>gain</em>nya, akan ada <em>noise</em> yang lumayan.</p>
<div>
<p>Suara yang sudah pecah dan kotor/<em>noisaya</em> akan susah diperbaiki. Jadi prinsipnya, saat merekam itu harus sudah mendapat suara yang bersih tidak <em>noise</em> dan tebal/<em>Full</em>.</p>
<p><strong><em>SOUND</em> PECAH DAN <em>NOISE</em>: LEBIH BAIK MENCEGAH DARI PADA MENGOBATI </strong>Hindari/jangan nyalakan lampu <em>neon/flourescent</em> yang menggunakan <em>trafo ballast</em> saat <em>recording</em>, karena radiasi <em>electro-magnetic</em> nya akan masuk dan mengganggu sinyal yang direkam. Biasanya akan ada bunyi <strong><em>&#8216;krrrrrrrrrrr&#8217;</em></strong> kecil yang bercampur dengan sinyal audio.</p>
</div>
<p><a href="http://popcornish.files.wordpress.com/2011/03/neon.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-193" title="neon" src="http://popcornish.files.wordpress.com/2011/03/neon.png?w=300&#038;h=123" alt="" width="300" height="123" /></a></p>
<p>Wah ditempat saya tidak ada lampu neon panjang gitu om, tapi kok masih bunyi <em>ngebrem</em>/dengung juga neh audio-nya ?<br />
Kalau masih pakai layar monitor tabung (<em>CRT</em>) coba <em>validasi</em>kan guitar/bass-nya om dari layar. Radiasi-nya <em>CRT</em> bisa juga penyebabnya. Cari posisi <strong><em>guitar/bass</em></strong> sampai dengung hilang. Biasanya pada posisi berlawanan atau tidak searah dengan layar <em>CRT</em>.</p>
<p><strong>Masih <em>ngebrem</em> juga ?<br />
</strong>Ground lift. Cek <a href="http://musiktek.com/e107_plugins/content/content.php?content.12" target="_blank">[Klik Link ini]</a> dan <a href="http://musiktek.com/e107_plugins/forum/forum_viewtopic.php?6985.100#post_27895" target="_blank">[Klik Link ini]</a></p>
<p>Lanjuuuuut &#8230;</p>
<p><strong>Soundcard saya cuma ada <em>line in</em> dan <em>mic in</em>. NGGAK ADA [<em>instrument in</em>] atau [<em>DI IN</em>] atau [HI-Z IN]. Bisa tidak buat merekam <em>guitar</em> dan <em>bass</em>?<br />
</strong>Waktunya untuk cari <strong><em>PREAMP</em></strong> untuk <em>instrument</em> bozz ! Bisa aja colok dari <strong><em>bass</em></strong> ke <em>line in</em>-nya <em>soundcard</em>. Tapi karena <em>impedansi</em>-nya berbeda, suara yang ditatidakap tidak maksimal.</p>
<p><strong>Soundcard saya cuma ada line in aja.</strong></p>
<p>Sama seperti diatas. Berarti anda perlu 2 <em>preamp</em> sekarang Satu <em>preamp</em> untuk <em>instrument</em> dan satu <em>preamp</em> untuk <strong><em>Mic</em></strong>.</p>
<p><strong>Saya kepingin sound yang tebal.</strong><br />
Selama mengikuti <em>standard routing</em> di atas, dan anda sudah setel dengan baik, dan yakin <em>source</em>-nya baik (<em>good guitar, good bass, good vocal, good multi fx/processor</em>) anda akan mendapatkan <em>sound</em> yang bersih/<em>full</em>/tebal yang siap untuk direkam.</p>
<p><strong>GOOD SOURCE THEN GOOD RECORDING CHAIN, THEN GIVE IT TO GOOD PLAYER/SINGER &amp; HAVE A VERY GOOD DAY<br />
PISAHKAN ANTARA PROBLEM DALAM BERMAIN MUSIK DAN PROBLEM DALAM AUDIO ENGINEERING. IT&#8217;S TOTALLY A DIFFERENT WORLD ! </strong></p>
<p>Oke &#8230; lanjuut &#8230;</p>
<p>Diulang &#8230; diulang &#8230; dan &#8230; diulang sekali lagi</p>
<p>- <em>Out</em> dari <strong><em>keyboard</em></strong> colok ke <em>LINE IN</em><br />
- <em>Out</em> dari <em>instrument <strong>bass / guitar</strong></em> colok ke <em>DI IN</em> atau <em>HI-Z IN</em><br />
- <em>Out</em> dari <strong><em>microphone</em></strong> di colok ke <em>MIC IN</em></p>
<p>Saya punya <strong><em>Guitar</em></strong><strong><em>FX</em></strong> (misal) <strong><em>Korg AX3000</em></strong>, nyoloknya kemana ya ?<br />
Biasanya <em>output</em> dari <em>multi fx/processor</em> itu adalah <em>LINE OUT</em>, silahkan dicolok ke <em>LINE-IN</em> nya <em>soundcard</em>. Jangan ke <em>INSTRUMENT IN</em> atau <em>MIC IN</em>.</p>
<div id="attachment_198" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://popcornish.files.wordpress.com/2011/03/neon2.png"><img class="size-medium wp-image-198" title="neon" src="http://popcornish.files.wordpress.com/2011/03/neon2.png?w=300&#038;h=68" alt="" width="300" height="68" /></a><p class="wp-caption-text">fx ax 3000</p></div>
<p>Itu L dan R OUTPUT-nya silahkan colok ke LINE IN di <em>soundcard</em> (untuk <em>stereo</em>). Kalau hanya <em>mono</em>, silahkan colok dari <em>OUTPUT L MONO</em> ke <em>LINE IN</em> 1 atau <em>LINE IN L</em> di <em>soundcard</em>.</p>
<p><strong>Ane ngotot neh kepingin nyolok ke MIC IN atau INSTRUMENT IN</strong><br />
Bunyinya pecaaah dan <em>noise</em> ya !</p>
<p><strong>Untuk alat yang lain ?</strong><br />
Misalnya ? <em>Kaoss Pad</em> gitu ? Ya <em>LINE OUT</em> nya colok ke <em>LINE IN</em> di <em>soundcard</em>. <em>As simple as that</em>.</p>
<p>Ane suka <em>scratching</em> nih pake <em>turntable</em> om (<em>DJ</em>) kalau <em>output turntable</em> colok kemana ya?</p>
<p>Nah, anda mesti punya alat yang namanya <em>PHONO PREAMP.</em> Dari <em>turntable</em> colok ke <em>input</em>-nya <em>phono preamp</em>, nanti dari <em>LINE OUT</em>-nya <em>phono preamp</em> colok ke <em>LINE IN</em> nya <em>soundcard</em>.</p>
<div id="attachment_199" class="wp-caption alignleft" style="width: 148px"><a href="http://popcornish.files.wordpress.com/2011/03/gtr.jpg"><img class="size-full wp-image-199" title="gtr" src="http://popcornish.files.wordpress.com/2011/03/gtr.jpg?w=138&#038;h=137" alt="" width="138" height="137" /></a><p class="wp-caption-text">guitar</p></div>
<p>Ane ada <strong><em>Guitar</em></strong> akustik elektrik nih <strong><em>Ovation</em></strong> (misal) ada <em>output</em>-nya, colok kemana nih ?</p>
<p>Silahkan colok ke <em>INSTRUMENT IN</em> atau <em>HI-Z IN</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_200" class="wp-caption alignleft" style="width: 59px"><a href="http://popcornish.files.wordpress.com/2011/03/bss.jpg"><img class="size-full wp-image-200" title="bss" src="http://popcornish.files.wordpress.com/2011/03/bss.jpg?w=49&#038;h=134" alt="" width="49" height="134" /></a><p class="wp-caption-text">bass</p></div>
<p>Ane ada <strong><em>Bass</em></strong><em> ACTIVE</em> neh, pakai baterai gitu, colok kemana neh ? Ke <em>LINE IN</em> atau <em>INSTRUMENT IN</em>.</p>
<p>Nah, kalau alat yang <em>active</em> gini, coba dulu deh ke <em>LINE IN</em>. Kalau <em>sound</em>-nya udah dapat silahkan di situ aja. Tapi kalau belum dapat bisa coba colok ke <em>INSTRUMENT IN</em> atau <em>HI-Z IN</em>.</p>
<p>Kalau tidak dapat2 sound bass-nya ? Noisaya dan kecil banget ?<br />
Ya ganti dulu baterai-nya boss ! Bisa aja baterai-nya udah mau abis</p>
<p><strong>Output dari mobil2an/<em>Stompbox</em> kemana nih ?</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_201" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><strong><strong><a href="http://popcornish.files.wordpress.com/2011/03/rack-efx.jpg"><img class="size-medium wp-image-201" title="rack efx" src="http://popcornish.files.wordpress.com/2011/03/rack-efx.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></strong></strong><p class="wp-caption-text">efect processor</p></div>
<p><strong> </strong><em>Out</em> dari <em>stompbox</em> silahkan colok ke <em>INSTRUMENT IN</em>. Jangan ke <em>LINE IN</em> atau <em>MIC IN</em>.</p>
<p>Om, <em>stompbox</em>-nya <em>noise</em> banget sama kecil banget suaranya ? Pan udah dicolok ke <em>INSTRUMENT IN</em> ?<br />
Baterai-nya udah mau abis !</p>
<p><strong>Ane ada piano akustik beneran nih om, nyolok-nya kemana ya ?<br />
</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_202" class="wp-caption alignleft" style="width: 120px"><strong><strong><a href="http://popcornish.files.wordpress.com/2011/03/piano.jpg"><img class="size-full wp-image-202" title="piano" src="http://popcornish.files.wordpress.com/2011/03/piano.jpg?w=110&#038;h=118" alt="" width="110" height="118" /></a></strong></strong><p class="wp-caption-text">piano</p></div>
<p><strong> </strong>Ya pakai <strong><em>mic</em></strong> om ngerekamnya. Pasang <strong><em>mic</em></strong> menghadap ke <strong><em>piano</em></strong>, kemudian kirim <em>out</em> dari <strong><em>mic</em></strong> ke input <em>MIC IN</em> di <em>soundcard</em>.</p>
<p><strong>Ane udah beli preamp nih om bisa buat instrument dan vocal, terus nyoloknya gimana ?</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_203" class="wp-caption alignleft" style="width: 236px"><strong><strong><a href="http://popcornish.files.wordpress.com/2011/03/preamp.jpg"><img class="size-full wp-image-203" title="preamp" src="http://popcornish.files.wordpress.com/2011/03/preamp.jpg?w=226&#038;h=213" alt="" width="226" height="213" /></a></strong></strong><p class="wp-caption-text">preamp</p></div>
<p><strong> </strong></p>
<p>Yang jelas <em>LINE OUT</em>-nya <em>preamp</em> ke <em>LINE IN</em> nya <em>soundcard</em>. Jangan ke <em>MIC IN</em> atau <em>INSTRUMENT IN</em>. Kemudian di <em>input</em>-nya <em>preamp</em>, terserah, mau colok <strong><em>mic</em></strong> ya ke <em>MIC IN</em>. Mau colok <em>instrument</em> ya ke <em>INSTRUMENT IN</em> atau <em>HI-Z IN</em>.</p>
<p><strong>Udah kepingin nyanyi neh om !</strong></p>
<div id="attachment_204" class="wp-caption alignleft" style="width: 135px"><strong><strong><a href="http://popcornish.files.wordpress.com/2011/03/take-vocal.jpg"><img class="size-full wp-image-204" title="take vocal" src="http://popcornish.files.wordpress.com/2011/03/take-vocal.jpg?w=125&#038;h=94" alt="" width="125" height="94" /></a></strong></strong><p class="wp-caption-text">take vocal</p></div>
<p><strong> </strong>Good, pasang mic yang benar ya om, colok out <strong><em>mic</em></strong> ke <em>MIC IN</em> di <em>soundcard</em> (atau di <em>preamp</em> yang om baru beli tadi) Jangan lupa nyalain <em>phantom power</em>-nya untuk <em>mic condenser</em> !</p>
<p style="text-align:center;"><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>(biar kaya’ SKRIPSI)</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><em>________________.</em> 2010. <em>Jenis Teknik Recording</em> (<em>Online</em>), (<a href="http://fahryadam.blogspot.com/2009/10/jenis-teknik-recording.html">http://fahryadam.blogspot.com/2009/10/jenis-teknik-recording.html</a>, diakses maret 2010).</p>
<p><em>________________.</em> 2010. <em>Apa Sich Recording</em>? (<em>Online</em>), (<a href="http://www.musiktek.com/e107_plugins/forum/forum_viewtopic.php?29171">http://www.musiktek.com/e107_plugins/forum/forum_viewtopic.php?29171</a>, diakses maret 2010).</p>
<p><em>________________.</em> 2010. <em>Apa Sich recording</em>? <em>Part</em> 2 (<em>Online</em>), (<a href="http://www.musiktek.com/e107_plugins/forum/forum_viewtopic.php?29195">http://www.musiktek.com/e107_plugins/forum/forum_viewtopic.php?29195</a>, diakses maret 2010).</p>
<p><em>________________.</em> 2010. <em>Recording Level &amp; Meter</em> (<em>Online</em>), (<a href="http://www.musiktek.com/e107_plugins/forum/forum_viewtopic.php?29235">http://www.musiktek.com/e107_plugins/forum/forum_viewtopic.php?29235</a>, diakses maret 2010).</p>
<p><em>________________.</em> 2010. <em>Tips Rekaman Buat Para Pemula</em> (<em>Online</em>), (<a href="http://blogs.myspace.com/index.cfm?fuseaction=blog.view&amp;friendId=425128990&amp;blogId=475892597">http://blogs.myspace.com/index.cfm?fuseaction=blog.view&amp;friendId=425128990&amp;blogId=475892597</a>, diakses maret 2010).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/popcornish.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/popcornish.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/popcornish.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/popcornish.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/popcornish.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/popcornish.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/popcornish.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/popcornish.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/popcornish.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/popcornish.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/popcornish.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/popcornish.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/popcornish.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/popcornish.wordpress.com/192/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=popcornish.wordpress.com&amp;blog=6187012&amp;post=192&amp;subd=popcornish&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://popcornish.wordpress.com/2011/03/10/recording-teknik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3160b634b50bd4a14d8dfd56b2b7a419?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">popcornish</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://popcornish.files.wordpress.com/2011/03/neon.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">neon</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://popcornish.files.wordpress.com/2011/03/neon2.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">neon</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://popcornish.files.wordpress.com/2011/03/gtr.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gtr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://popcornish.files.wordpress.com/2011/03/bss.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bss</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://popcornish.files.wordpress.com/2011/03/rack-efx.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">rack efx</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://popcornish.files.wordpress.com/2011/03/piano.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">piano</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://popcornish.files.wordpress.com/2011/03/preamp.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">preamp</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://popcornish.files.wordpress.com/2011/03/take-vocal.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">take vocal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MUSIC OVERVIEW_WARNING UP</title>
		<link>http://popcornish.wordpress.com/2010/03/28/music-overview_warning-up/</link>
		<comments>http://popcornish.wordpress.com/2010/03/28/music-overview_warning-up/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Mar 2010 13:55:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>popcornish</dc:creator>
				<category><![CDATA[music]]></category>
		<category><![CDATA[main]]></category>
		<category><![CDATA[overview]]></category>
		<category><![CDATA[set]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://popcornish.wordpress.com/2010/03/28/music-overview_warning-up/</guid>
		<description><![CDATA[Musik adalah bahasa universal, untuk memahaminya tidak perlu mengetahui dari mana musik itu berasal, bahasa apa yang digunakan, alat musik apa yang dipakai, dan instrument apa yang dimainkan. Musik merupakan ungkapan pemikiran, perasaan, pengalaman atas kejadian atau fenomena yang terjadi di lingkup sosial masyarakat, religi, politik kenegaraan, bahkan lingkungan/alam sekitar. Musik adalah nada yang berirama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=popcornish.wordpress.com&amp;blog=6187012&amp;post=185&amp;subd=popcornish&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Musik adalah bahasa universal, untuk memahaminya tidak perlu mengetahui dari mana musik itu berasal, bahasa apa yang digunakan, alat musik apa yang dipakai, dan instrument apa yang dimainkan. Musik merupakan ungkapan pemikiran, perasaan, pengalaman atas kejadian atau fenomena yang terjadi di lingkup sosial masyarakat, religi, politik kenegaraan, bahkan lingkungan/alam sekitar. Musik adalah nada yang berirama (teratur dan tidak teratur) dan mempunyai penekanan pada nada tertentu (atau hanya beberapa saja) yang merupakan penekanan terhadap aspirasi yang biasanya adalah ungkapan emosi (senang, sedih, berontak, santai, marah, berharap, dll.) yang ingin disampaikan oleh pencipta musik. Berarti musik dapat diartikan sebagai kumpulan nada yang dirangkai sedemikian rupa menjadi karya musik yang bernuansa tertentu. Pelaku musik disebut musisi atau seniman musik, mereka berkarya dengan menerjemahkan ide yang berasal dari pengalaman diri sendiri atau orang lain, dan pengamatan terhadap fenomena tertentu ke dalam rangkaian nada yang bernuansa.  Setiap karya musik mempunyai rasa (soul/taste/feel, dsb.) yang mewakili dan menjembatani aspirasi dari seniman ke seniman yang lain, seniman ke penikmat musik, dan seniman ke pengamat musik. Tidak ada batasan dalam menciptakan karya musik, pencipta musik mempunyai kebebasan dalam berkespresi. Ekspresi pencipta musik mengalir melaui karya yang dicipta dan diarrange beberapa kali sebelum dikemas dan disajikan ke masyarakat agar tidak hilang makna yang terkandung dalam musik tersebut. Dalam penciptaan musik dapat dilakukan oleh perorangan atau berkelompok, jika dilakukan perorangan biasa disebut sebagai solo dan jika dilakukan secara berkelompok disebut group. Penciptaan musik solo dan group mempunyai tingkat kesulitan masing-masing. Untuk solo, pencipta musik setidaknya menguasai beberapa skill seperti penguasaan instrument, pengolahan nada/harmony, dan mengkombinasikan kedua skill tersebut atau arransemen. Sedangkan group yang terdiri dari beberapa orang yang juga harus menguasai skill memainkan instrument, pengolahan nada/harmony, arransemet dan tentunya bisa bekerjasama dalam mencipta karya. Aliran musik atau genre cenderung mempunyai filosofi terntentu, misalnya genre BLUES muncul karena para budak di Afrika menginginkan kebebasan atas status sosial mereka. Begitupun untuk genre yang lainnya, mempunyai history masing-masing. Sekarang, genre musik induk (pop dan rock) telah berkembang menjadi banyak cabang, dan cabang dari genre itu sendiri dimungkinkan akan berkembang terus selaras dengan kreatifitas para musisi dalam mengkombinasikan genre-genre yang sudah ada, bisa dikatakan bahwa ada kemungkinan terjadi kemiripan antar genre. Perkembangan musik sekarang sangatlah pesat, dan untuk mempelajarinya tidak sesulit para veteran musik pada era sebelum kita. Banyak media yang dengan mudah membantu kita dalam mempelajari dan mengembangkan skill kita dalam memainkan dan mencipta karya musik, misalnya kaset tape, video lesson, artikel musik, bahkan kursus musik melalui internet. Berdasarkan media pembelajaran yang ada dan berkembang saat ini, seharusnya musisi sekarang mempunyai skill yang baik dan karya yang bagus, sangat ironis ketika seorang musisi kehabisan ide dalam berkarya. Melalui tulisan ini diharapkan para musisi muda dapat belajar dengan optimal (bukan maksimal) dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang di dapat dan diakses dimanapun dan kapanpun. Hanya kesungguhan, minat, dan motivasi yang benar dalam mempelajari musik akan mengantarkan kita pada kesuksesan yang diharapkan. Tidak berhenti di sini saja, adalah kewajiban kita dalam mengajarkan musik ke generasi setelah kita.  Tetap belajar, berkarya, dan mengajarkan ke orang lain. Semoga artikel selanjutnya bisa bermanfaat. Amin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/popcornish.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/popcornish.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/popcornish.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/popcornish.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/popcornish.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/popcornish.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/popcornish.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/popcornish.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/popcornish.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/popcornish.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/popcornish.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/popcornish.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/popcornish.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/popcornish.wordpress.com/185/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=popcornish.wordpress.com&amp;blog=6187012&amp;post=185&amp;subd=popcornish&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://popcornish.wordpress.com/2010/03/28/music-overview_warning-up/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3160b634b50bd4a14d8dfd56b2b7a419?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">popcornish</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
