• Blog Stats

    • 6,617 hits
  • KATEGORI

Recording Teknik

RECORDING ITU APA SIH ?
Recording itu MEREKAM. Merekam audio.

– Apapun audio yang anda rekam ya itulah yang masuk/terekam.
– Audio yang kotor (banyak noise), ya itulah yang anda rekam.

– Audio yang bersih dan tebal, ya itu jugalah yang anda rekam dan dapat di playback lagi hasilnya.

JENIS TEKNIK RECORDING

Secara garis besar, recording bisa dibagi menjadi beberapa kategori. Menurut teknik perekaman dan menurut alat yang digunakan. Menurut alat yang dipakai, rekaman bisa dibagi menjadi dua. Analog dan Digital. Sedang menurut teknik perekaman, bisa dibagi menjadi teknik Live Recording dan Multi track Recording.

1.      Live recording
Live recording adalah suatu teknik rekaman dimana seluruh player bermain bersama dalam suatu ruangan dan secara bersamaan pula permainan mereka direkam ke media tertentu. Dari segi biaya, teknik ini lebih murah dari multi track. Beberapa studio besar menetapkan tarif yang sedikit miring untuk live recording. Kelebihan dari live recording kalo menurut saya adalah kita bisa bener-bener mendapatkan feel dan energi dari lagu yang kita rekam. Sedangkan kelemahannya, permainan kita harus bener-bener perfect. Semua personel dituntut untuk menguasai materi dengan benar. Soalnya dalam teknik ini, apabila salah satu personel melakukan kesalahan, proses rekaman harus diulang dari awal. Oleh karena itu para praktisi rekaman tidak merekomendasikan teknik ini untuk para pemula.
(+) lebih murah
(-)  permainan harus perfect, apabila salah harus di ulang

2.      Multi track recording
Multi track recording adalah teknik perekaman dimana masing-masing instrument direkam secara bergantian. Teknik ini pertama dikenalkan oleh Les Paul, kalo gak salah sekitar tahun 60-an. Dalam teknik ini, player bisa sedikit santai karena bisa mengulang part-nya berkali-kali. Bahkan dengan keajaiban Digital multi track recording, apabila kita melakukan kesalahan, kita gak perlu mengulang seluruh bagian. Cukup bagian yang salah aja. Beberapa studio kecil mulai memperkenalan multi track ini buat band-band pemula yang mau ngrekam demonya. Tentunya dengan harga yang SUPER miring!

Setelah proses rekaman multi track, kita akan memasuki satu proses yang disebut mixing. Pada proses ini, seluruh bagian yang sudah kita rekam akan digabung menjadi satu keseluruhan. Mixing merupakan bagian yang penting dalam proses rekaman karena ia menentukan hasil akhir rekaman kita. Mixing melibatkan beberapa proses didalamnya. Proses tersebut antara lain: Equalizing; proses pewarnaan sound, Panning; pengaturan stereo, dan reverberation; penambahan efek suara reverb terhadap hasil rekaman.

(+) tidak perlu diulang dari awal

3.      Analog
Rekaman dengan cara analog dilakukan dengan menggunakan reel to reel tape. Sistem rekaman ini memerlukan biaya yang besar karena alatnya sendiri juga gak murah. Reel to reel tape ini harganya ada yang mencapai 200 jutaan. Otomatis, hanya studio besar saja yang punya sistem ini. Selain harganya yang selangit, system analog ini juga terkenal rumit dan butuh perawatan yang mahal pula. Terlepas dari system yang ribet dan harga yang selangit, cara analog bisa menghasilkan sound lebih tebal dan hangat.
(+) sound tebal & bagus
(-)  mahal dan ribet

4.      Digital
Rekaman Digital adalah sistem rekaman yang secara langsung dapat mengkonversi sinyal analog dari instrument dan vocal ke dalam format digital. Media perekaman digital ini dapat menggunakan digital recorder maupun computer. Teknik ini jauh lebih murah dan simpel bila dibandingkan dengan sistem analog. Cukup sebuah computer dengan soundcard yang memadai dan anda bisa langsung tancap gas. Pada awal teknik ini muncul, praktisi rekaman mengeluhkan tentang kualitas sound rekamannya yang tipis. Tapi sekarang hal itu sudah bisa teratasi dengan munculnya berbagai produk preamp (penguat sinyal) yang bagus di pasaran. Dewasa ini, hampir seluruh studio rekaman baik besar maupun kecil lebih memilih digital recording. Karena harganya yang tidak terlalu mahal, digital recording ini akhirnya mendorong orang- orang untuk membuka studio rekaman. Hanya dengan 25 juta kita sudah bisa punya sistem ini.
(+) lebih murah dari analog, hampir semua studio memakainya
(-)  butuh soundcard yang di atas rata-rata.

Standard routing signal dari INSTRUMENT/MIC ke SOUNDCARD

1.      Jika menggunakan keyboard/sayanthesizer, maka langsung colok output keyboard tersebut ke soundcard. Ke input yang bertuliskan LINE IN. Jangan colok ke input bertuliskan MIC.

2.      Jika menggunakan guitar dan bass, colok output dari instrument tadi ke soundcard ke input yang bertuliskan INSTRUMENT IN. Atau DI (Direct Injection) Atau Hi-Z input.

3.      Jika menggunakan Microphone, colok out dari mic ke MIC IN.

Bagaimana kalau colok out keyboard ke MIC IN?
Overload (pecah) dan noise bung !!! Kecuali memang anda suka suaranya seperti itu.

Colok dari output Microphone ke LINE IN ?
Bunyinya akan sangat kecil. Bahkan bisa tidak ada suara sama sekali. Kalaupun dikeraskan gainnya, akan ada noise yang lumayan.

Suara yang sudah pecah dan kotor/noisaya akan susah diperbaiki. Jadi prinsipnya, saat merekam itu harus sudah mendapat suara yang bersih tidak noise dan tebal/Full.

SOUND PECAH DAN NOISE: LEBIH BAIK MENCEGAH DARI PADA MENGOBATI Hindari/jangan nyalakan lampu neon/flourescent yang menggunakan trafo ballast saat recording, karena radiasi electro-magnetic nya akan masuk dan mengganggu sinyal yang direkam. Biasanya akan ada bunyi ‘krrrrrrrrrrr’ kecil yang bercampur dengan sinyal audio.

Wah ditempat saya tidak ada lampu neon panjang gitu om, tapi kok masih bunyi ngebrem/dengung juga neh audio-nya ?
Kalau masih pakai layar monitor tabung (CRT) coba validasikan guitar/bass-nya om dari layar. Radiasi-nya CRT bisa juga penyebabnya. Cari posisi guitar/bass sampai dengung hilang. Biasanya pada posisi berlawanan atau tidak searah dengan layar CRT.

Masih ngebrem juga ?
Ground lift. Cek [Klik Link ini] dan [Klik Link ini]

Lanjuuuuut …

Soundcard saya cuma ada line in dan mic in. NGGAK ADA [instrument in] atau [DI IN] atau [HI-Z IN]. Bisa tidak buat merekam guitar dan bass?
Waktunya untuk cari PREAMP untuk instrument bozz ! Bisa aja colok dari bass ke line in-nya soundcard. Tapi karena impedansi-nya berbeda, suara yang ditatidakap tidak maksimal.

Soundcard saya cuma ada line in aja.

Sama seperti diatas. Berarti anda perlu 2 preamp sekarang Satu preamp untuk instrument dan satu preamp untuk Mic.

Saya kepingin sound yang tebal.
Selama mengikuti standard routing di atas, dan anda sudah setel dengan baik, dan yakin source-nya baik (good guitar, good bass, good vocal, good multi fx/processor) anda akan mendapatkan sound yang bersih/full/tebal yang siap untuk direkam.

GOOD SOURCE THEN GOOD RECORDING CHAIN, THEN GIVE IT TO GOOD PLAYER/SINGER & HAVE A VERY GOOD DAY
PISAHKAN ANTARA PROBLEM DALAM BERMAIN MUSIK DAN PROBLEM DALAM AUDIO ENGINEERING. IT’S TOTALLY A DIFFERENT WORLD !

Oke … lanjuut …

Diulang … diulang … dan … diulang sekali lagi

Out dari keyboard colok ke LINE IN
Out dari instrument bass / guitar colok ke DI IN atau HI-Z IN
Out dari microphone di colok ke MIC IN

Saya punya GuitarFX (misal) Korg AX3000, nyoloknya kemana ya ?
Biasanya output dari multi fx/processor itu adalah LINE OUT, silahkan dicolok ke LINE-IN nya soundcard. Jangan ke INSTRUMENT IN atau MIC IN.

fx ax 3000

Itu L dan R OUTPUT-nya silahkan colok ke LINE IN di soundcard (untuk stereo). Kalau hanya mono, silahkan colok dari OUTPUT L MONO ke LINE IN 1 atau LINE IN L di soundcard.

Ane ngotot neh kepingin nyolok ke MIC IN atau INSTRUMENT IN
Bunyinya pecaaah dan noise ya !

Untuk alat yang lain ?
Misalnya ? Kaoss Pad gitu ? Ya LINE OUT nya colok ke LINE IN di soundcard. As simple as that.

Ane suka scratching nih pake turntable om (DJ) kalau output turntable colok kemana ya?

Nah, anda mesti punya alat yang namanya PHONO PREAMP. Dari turntable colok ke input-nya phono preamp, nanti dari LINE OUT-nya phono preamp colok ke LINE IN nya soundcard.

guitar

Ane ada Guitar akustik elektrik nih Ovation (misal) ada output-nya, colok kemana nih ?

Silahkan colok ke INSTRUMENT IN atau HI-Z IN.

 

 

 

 

bass

Ane ada Bass ACTIVE neh, pakai baterai gitu, colok kemana neh ? Ke LINE IN atau INSTRUMENT IN.

Nah, kalau alat yang active gini, coba dulu deh ke LINE IN. Kalau sound-nya udah dapat silahkan di situ aja. Tapi kalau belum dapat bisa coba colok ke INSTRUMENT IN atau HI-Z IN.

Kalau tidak dapat2 sound bass-nya ? Noisaya dan kecil banget ?
Ya ganti dulu baterai-nya boss ! Bisa aja baterai-nya udah mau abis

Output dari mobil2an/Stompbox kemana nih ?

efect processor

Out dari stompbox silahkan colok ke INSTRUMENT IN. Jangan ke LINE IN atau MIC IN.

Om, stompbox-nya noise banget sama kecil banget suaranya ? Pan udah dicolok ke INSTRUMENT IN ?
Baterai-nya udah mau abis !

Ane ada piano akustik beneran nih om, nyolok-nya kemana ya ?

piano

Ya pakai mic om ngerekamnya. Pasang mic menghadap ke piano, kemudian kirim out dari mic ke input MIC IN di soundcard.

Ane udah beli preamp nih om bisa buat instrument dan vocal, terus nyoloknya gimana ?

preamp

Yang jelas LINE OUT-nya preamp ke LINE IN nya soundcard. Jangan ke MIC IN atau INSTRUMENT IN. Kemudian di input-nya preamp, terserah, mau colok mic ya ke MIC IN. Mau colok instrument ya ke INSTRUMENT IN atau HI-Z IN.

Udah kepingin nyanyi neh om !

take vocal

Good, pasang mic yang benar ya om, colok out mic ke MIC IN di soundcard (atau di preamp yang om baru beli tadi) Jangan lupa nyalain phantom power-nya untuk mic condenser !

DAFTAR PUSTAKA

(biar kaya’ SKRIPSI)

________________. 2010. Jenis Teknik Recording (Online), (http://fahryadam.blogspot.com/2009/10/jenis-teknik-recording.html, diakses maret 2010).

________________. 2010. Apa Sich Recording? (Online), (http://www.musiktek.com/e107_plugins/forum/forum_viewtopic.php?29171, diakses maret 2010).

________________. 2010. Apa Sich recording? Part 2 (Online), (http://www.musiktek.com/e107_plugins/forum/forum_viewtopic.php?29195, diakses maret 2010).

________________. 2010. Recording Level & Meter (Online), (http://www.musiktek.com/e107_plugins/forum/forum_viewtopic.php?29235, diakses maret 2010).

________________. 2010. Tips Rekaman Buat Para Pemula (Online), (http://blogs.myspace.com/index.cfm?fuseaction=blog.view&friendId=425128990&blogId=475892597, diakses maret 2010).

MUSIC OVERVIEW_WARNING UP

Musik adalah bahasa universal, untuk memahaminya tidak perlu mengetahui dari mana musik itu berasal, bahasa apa yang digunakan, alat musik apa yang dipakai, dan instrument apa yang dimainkan. Musik merupakan ungkapan pemikiran, perasaan, pengalaman atas kejadian atau fenomena yang terjadi di lingkup sosial masyarakat, religi, politik kenegaraan, bahkan lingkungan/alam sekitar. Musik adalah nada yang berirama (teratur dan tidak teratur) dan mempunyai penekanan pada nada tertentu (atau hanya beberapa saja) yang merupakan penekanan terhadap aspirasi yang biasanya adalah ungkapan emosi (senang, sedih, berontak, santai, marah, berharap, dll.) yang ingin disampaikan oleh pencipta musik. Berarti musik dapat diartikan sebagai kumpulan nada yang dirangkai sedemikian rupa menjadi karya musik yang bernuansa tertentu. Pelaku musik disebut musisi atau seniman musik, mereka berkarya dengan menerjemahkan ide yang berasal dari pengalaman diri sendiri atau orang lain, dan pengamatan terhadap fenomena tertentu ke dalam rangkaian nada yang bernuansa. Setiap karya musik mempunyai rasa (soul/taste/feel, dsb.) yang mewakili dan menjembatani aspirasi dari seniman ke seniman yang lain, seniman ke penikmat musik, dan seniman ke pengamat musik. Tidak ada batasan dalam menciptakan karya musik, pencipta musik mempunyai kebebasan dalam berkespresi. Ekspresi pencipta musik mengalir melaui karya yang dicipta dan diarrange beberapa kali sebelum dikemas dan disajikan ke masyarakat agar tidak hilang makna yang terkandung dalam musik tersebut. Dalam penciptaan musik dapat dilakukan oleh perorangan atau berkelompok, jika dilakukan perorangan biasa disebut sebagai solo dan jika dilakukan secara berkelompok disebut group. Penciptaan musik solo dan group mempunyai tingkat kesulitan masing-masing. Untuk solo, pencipta musik setidaknya menguasai beberapa skill seperti penguasaan instrument, pengolahan nada/harmony, dan mengkombinasikan kedua skill tersebut atau arransemen. Sedangkan group yang terdiri dari beberapa orang yang juga harus menguasai skill memainkan instrument, pengolahan nada/harmony, arransemet dan tentunya bisa bekerjasama dalam mencipta karya. Aliran musik atau genre cenderung mempunyai filosofi terntentu, misalnya genre BLUES muncul karena para budak di Afrika menginginkan kebebasan atas status sosial mereka. Begitupun untuk genre yang lainnya, mempunyai history masing-masing. Sekarang, genre musik induk (pop dan rock) telah berkembang menjadi banyak cabang, dan cabang dari genre itu sendiri dimungkinkan akan berkembang terus selaras dengan kreatifitas para musisi dalam mengkombinasikan genre-genre yang sudah ada, bisa dikatakan bahwa ada kemungkinan terjadi kemiripan antar genre. Perkembangan musik sekarang sangatlah pesat, dan untuk mempelajarinya tidak sesulit para veteran musik pada era sebelum kita. Banyak media yang dengan mudah membantu kita dalam mempelajari dan mengembangkan skill kita dalam memainkan dan mencipta karya musik, misalnya kaset tape, video lesson, artikel musik, bahkan kursus musik melalui internet. Berdasarkan media pembelajaran yang ada dan berkembang saat ini, seharusnya musisi sekarang mempunyai skill yang baik dan karya yang bagus, sangat ironis ketika seorang musisi kehabisan ide dalam berkarya. Melalui tulisan ini diharapkan para musisi muda dapat belajar dengan optimal (bukan maksimal) dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang di dapat dan diakses dimanapun dan kapanpun. Hanya kesungguhan, minat, dan motivasi yang benar dalam mempelajari musik akan mengantarkan kita pada kesuksesan yang diharapkan. Tidak berhenti di sini saja, adalah kewajiban kita dalam mengajarkan musik ke generasi setelah kita. Tetap belajar, berkarya, dan mengajarkan ke orang lain. Semoga artikel selanjutnya bisa bermanfaat. Amin.